Jumat, 06 Januari 2012

4 Hal yang Membedakan Pria dan Wanita


Selain hal-hal umum yang sudah jamak diketahui, secara fisik wanita dan pria memiliki perbedaan dalam kesehatan organ-organ tubuhnya. Selama ini kebanyakan penelitian medis difokuskan hanya pada pria dan seringkali tidak mempertimbangkan perbedaan gender terhadap kesehatan. Pengetahuan akan terus berkembang, namun untuk sekarang, berikut adalah 4 hal yang perlu diketahui mengenai perbedaan kesehatan antara pria dan wanita.

1. Otak
Secara rata-rata, wanita 5 tahun hidup lebih lama dari pria. Namun, dengan makin lamanya waktu hidup, bertambah pula risiko terserang penyakit Alzheimer dan demensia. Kebanyakan pengidap Alzheimer adalah wanita, dan lebih dari dua kali lipat angka kematian akibat penyakit tersebut terjadi pada wanita.

Latihlah daya otak dan tubuh. Studi menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan mental bisa meningkatkan kesehatan otak. Latihan mental yang menguatkan memori dan sebab-akibat telah menunjukkan perlambatan proses penuaan pada otak.

Coba perbanyak konsumsi suplemen minyak ikan. Lemak omega-3 yang banyak terdapat pada ikan dan minyak ikan di hubungkan dengan kesehatan otak yang lebih baik. Pilih konsumsi ikan-ikanan, seperti salmon, sardin, ikan herring kecil (anchovy), dan makerel. Ikan tuna dalam jumlah kecil lebih disarankan karena kemungkinan terkontaminasi bahan berbahaya, seperti merkuri berkurang.

Berlatihlah untuk mengkontrol mood. Kegelisahan, kekhawatiran, kemarahan, dan depresi ditengarai memiliki hubungan erat dengan kerusakan kognitif. Jika Anda merasa stres atau depresi, jangan abaikan masalahnya. Bicarakan dengan teman, atau habiskan waktu di luar ruangan dan gerakkan tubuh Anda. Jika hal-hal tersebut tidak membantu, coba bicarakan dengan dokter atau konselor.

2. Paru-paru
Saat ini, kebanyakan wanita lebih mengkhawatirkan kanker payudara ketimbang kanker paru-paru. Namun, menurut American Cancer Society, lebih dari 70 ribu wanita meninggal akibat kanker paru-paru setiap tahunnya. Sementara kurang lebih 40 ribu wanita meninggal akibat kanker payudara dalam setahun. Bahkan wanita yang tidak merokok bisa meninggal akibat kanker paru-paru dan wanita yang merokok memang lebih rentan mengidap bronkitis kronis ketimbang pria. Mau melindungi paru-paru Anda? Ikuti langkah berikut:

- Jika Anda merokok, bicarakan pada dokter Anda untuk berhenti. Dokter bisa membantu Anda menemukan cara terbaik untuk mengurangi kebiasaan merokok Anda

- Jangan mau jadi perokok pasif. Jika Anda hidup bersama perokok, minta orang tersebut untuk tidak merokok di dalam rumah, atau tanyakan jika ia bisa berhenti merokok sekalian.

3. Jantung
Penyakit jantung masih menduduki peringkat kematian wanita tertinggi di Amerika, namun Anda bisa mengkontrol faktor risikonya, dari tekanan darah, merokok, kolesterol tinggi, kurang gerak, dan obesitas.

Bergeraklah. Hanya dengan berlatih gerak aerobik selama 30 menit per hari bisa membantu jantung Anda tetap sehat dan menjaga berat tubuh tetap, tidak tiba-tiba naik. Berjalan mengelilingi komplek perumahan, mengendarai sepeda, berenang, atau menari di kamar bisa Anda lakukan asalkan tetap bergerak.

Ganti minyak memasak Anda. Gunakan minyak zaitun ketimbang minyak dari lemak hewani, perbanyak asupan kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan makanan laut. Pilih produk susu rendah lemak, hindari makanan yang digoreng.

Kurangi pula asupan garam. Sodium menimbulkan retensi cairan dalam tubuh dan meningkatkan tekanan darah, jadi upayakan agar asupannya tidak melebihi 2.300 mg per hari. Seperempat sendok teh garam mengandung 600 mg sodium, dan zat ini bisa bersembunyi di dalam makanan prosesan dan saus penambah rasa.

4. Tulang
Seperti pondasi rumah, tulang seringkali luput dari perhatian kecuali ada yang terasa salah. Namun studi terkini menyebutkan bahwa ada yang harus lebih diperhatikan mengenai tulang ketimbang masalah patah tulang. Logam berracun, seperti timah bisa terakumulasi di tulang kita sepanjang hidup kita, dan jika terjadi pengeroposan tulang, racun bisa terlepas ke dalam jalur darah. Wanita, terutama yang sudah menopause, lebih rentan mengalami pengeroposan tulang ketimbang pria. Riset terbaru mengatakan, bahwa timah di aliran darah bisa membantu menjelaskan terjadinya tekanan darah tinggi pada wanita di atas usia 50 tahun.

Kabar baiknya, kita juga belajar cara baru untuk tetap menjaga agar tulang tetap sehat. Di masa lalu, kita lebih banyak menekankan pentingnya asupan kalsium dan tak cukup banyak vitamin D3. Kalsium memang penting di usia remaja, saat pertumbuhan tulang. Setelah mencapi puncak pertumbuhannya, vitamin D3, bisa jadi lebih penting untuk menjaga kesehatan tulang. Yang bisa Anda lakukan;

Mendapatkan vitamin D lebih banyak. Semakin jarang kita mengurung diri dari sinar matahari, ditambah menggunakan tabir surya lebih banyak untuk melindungi kulit, semakin rentan pula kita terkena defisiensi vitamin D3. Kebanyakan manusia memerlukan setidaknya 1.000 IU per hari. Jumlah ini lebih banyak dari yang kita dapat dari makanan dan kebanyakan multivitamin. Tes darah bisa mengatakan apakah Anda mendapatkan cukup vitamin D3 atau tidak. Jika tidak, penuhilah lewat suplemen. Jangan terlalu takut untuk terkena sinar matahari sesekali. Gunakan tabir surya di bagian wajah dan tangan untuk melindungi kulit agar tidak terbakar.

Tambahkan latihan angkat beban pada jadwal latihan Anda. Joging, angkat beban, naik bukit, dan mendayung bisa menambah kesehatan tulang Anda.


Read more...

Fenomena Deja Vu Yang Misterius

Pernahkan anda mengunjungi sebuah rumah untuk pertama kalinya dan tiba-tiba anda merasa familiar dengan rumah tersebut ? Atau pernahkah anda berada dalam suatu peristiwa ketika tiba-tiba anda merasa bahwa anda sudah mengalaminya walaupun anda tidak dapat mengingat kapan terjadinya ? itulah deja vu, salah satu fenomena misterius dalam kehidupan manusia.

"Om, saya merasakan bahwa saya pernah melakukan hal yang sama, gerakan yang sama dan lain- lain"

Suatu hari, kalimat di atas masuk ke kotak komentar di blog ini. Walaupun kalimat itu terdengar menakutkan dan misterius, tapi untuk kasus ini sepertinya saya punya jawabannya. Inilah yang disebut deja vu.

Banyak dari kita yang sudah pernah mendengar kata ini, tapi mungkin hanya sedikit yang mengetahui artinya.

Definisi Deja Vu
Deja vu berasal dari kata Perancis yang berarti "telah melihat". Kata ini mempunyai beberapa turunan dan variasi seperti deja vecu (telah mengalami), deja senti (telah memikirkan) dan deja visite (telah mengunjungi). Nama Deja Vu ini pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan Perancis bernama Emile Boirac yang mempelajari fenomena ini tahun pada 1876.

Selain deja vu, ada lagi kata Perancis yang merupakan lawan dari deja vu, yaitu Jamais Vu, yang artinya "tidak pernah melihat". Fenomena ini muncul ketika seseorang untuk sementara waktu tidak dapat mengingat atau mengenali peristiwa atau orang yang sudah pernah dikenal sebelumnya. Saya rasa sebagian dari kalian juga sering mengalaminya.

Sebelum kita melihat mengenai deja vu, pertama, kita perlu mengetahui apa yang disebut dengan "Recognition Memory", atau memori pengenal.

Recognition Memory
Recognition Memory adalah sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sebenarnya sudah pernah kita alami sebelumnya.

Otak kita berfluktuasi antara dua jenis Recognition Memory, yaitu Recollection dan Familiarity. Kita menyebut sebuah ingatan sebagai Recollection (pengumpulan kembali) jika kita bisa menyebutkan dengan tepat seketika itu juga kapan situasi yang kita alami pernah muncul sebelumnya. Contoh, jika kita bertemu dengan seseorang di toko, maka dengan segera kita menyadari bahwa kita sudah pernah melihatnya sebelumnya di bus.

Sedangkan ingatan yang disebut Familiarity muncul ketika kita tidak bisa menyebut dengan pasti kapan kita melihat pria tersebut. Deja Vu adalah contoh Familiarity.

Selama terjadi Deja Vu, kita mengenali situasi yang sedang kita hadapi, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita pernah menghadapinya sebelumnya.

Percaya atau tidak, 60 sampai 70 persen manusia di bumi ini paling tidak pernah mengalami deja vu minimal sekali, apakah itu berupa pandangan, suara, rasa atau bau. Jadi, jika anda sering mengalami deja vu, jelas anda tidak sendirian di dunia ini.

Teori-Teori Deja Vu
Walaupun Emile Boirac sudah meneliti fenomena ini sejak tahun 1876, namun ia tidak pernah secara tuntas menyelesaikan penelitiannya. Karena itu, banyak peneliti telah mencoba untuk memahami fenomena ini sehingga akhirnya kita mendapatkan Paling tidak 40 teori yang berbeda mengenai deja vu, mulai dari peristiwa paranormal hingga gangguan syaraf.

Pada tulisan ini, tidak mungkin saya membahas 40 teori tersebut satu persatu. Jadi saya akan memilih beberapa teori yang saya anggap perlu diketahui. Pertama, saya akan mulai dari teori psikolog legendaris, Sigmund Freud. Tapi sebelum itu, saya ingin menunjukkan kepada kalian sebuah gambar yang sangat terkenal. Ini dia :


Foto di atas adalah foto ilustrasi "Puncak gunung es" yang terkenal. Para ahli "otak" sering menggunakan ilustrasi di atas untuk menunjukkan seperti apa pikiran kita yang sebenarnya. Permukaan air adalah batas kesadaran kita. Pikiran Sadar kita adalah bongkahan yang muncul di atas permukaan laut. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah bongkahan raksasa yang ada di dalam laut.

Menurut mereka, sesungguhnya sebagian besar informasi yang kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima benar-benar kita ingat atau sadari. Prinsip ini adalah kunci penting untuk memahami Deja Vu.

Gangguan akses memori
Sigmund Freud yang sering dijuluki sebagai bapak psikoanalisa pernah meneliti mengenai fenomena ini dan ia percaya bahwa seseorang akan mengalami Deja Vu ketika ia secara spontan teringat dengan sebuah ingatan bawah sadar. Karena ingatan itu berada pada area bawah sadar, isi ingatan tersebut tidak muncul karena dihalangi oleh pikiran sadar, namun perasaan familiar tersebut bocor keluar.

Teori Freud ini terbukti menjadi landasan bagi teori-teori yang muncul berikutnya.

Namun sebelum saya membahas teori-teori yang lain, saya ingin mengajak kalian untuk mengenal satu kata ini terlebih dahulu, yaitu "Subliminal". Subliminal berasal dari kata latin, yaitu "sub" dan "Limin atau Limen". "Sub" berarti bawah, sedangkan "Limin" berarti ambang batas. Dalam artian psikologi, subliminal berarti beroperasi dibawah sadar.

Lagi-lagi berhubungan dengan bawah sadar. Maksud saya memperkenalkan kata ini adalah untuk memahami teori di bawah ini.

Perhatian yang terpecah - teori ponsel
Seorang peneliti bernama Dr. Alan Brown pernah mengadakan eksperimen yang diharapkan bisa menciptakan ulang proses deja vu. Dalam percobaannya, ia dan rekannya Elizabeth Marsh memberikan sugesti subliminal kepada subjek penelitiannya.

Mereka menunjukkan sekumpulan foto yang menunjukkan lokasi-lokasi yang berbeda kepada sekelompok pelajar dengan maksud bertanya kepada mereka mana yang dianggap paling familiar bagi mereka. Dalam percobaan ini, semua pelajar yang diuji belum pernah mengunjungi lokasi-lokasi yang ada di foto tersebut.

Namun sebelum mereka menunjukkan foto-foto itu, terlebih dahulu mereka menayangkan sebagian foto itu di layar dengan kecepatan subliminal sekitar 10 sampai 20 milidetik. Kecepatan itu cukup bagi otak manusia untuk menyimpan informasi itu di bawah sadar, namun tidak cukup bagi para pelajar itu untuk menyadari dan menaruh perhatian padanya.

Dalam percobaan ini terbukti bahwa lokasi-lokasi pada foto-foto yang sudah ditayangkan dengan kecepatan subliminal dianggap paling familiar bagi para pelajar itu.

Eksperimen serupa pernah diadakan oleh Larry Jacobi dan Kevin Whitehouse dari Washington University. Bedanya, mereka menggunakan sekumpulan kata-kata, bukan foto. Namun hasil yang didapat sama dengan eksperimen Dr. Alan Brown.

Berdasarkan pada hasil eksperimennya, Dr. Alan Brown kemudian mengajukan sebuah teori yang disebut sebagai teori ponsel (atau perhatian yang terpecah).

Teori ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka, secara subliminal, otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan "terpanggil" keluar sehingga kita merasa lebih familiar. Ini sama seperti bongkahan es di bawah permukaan air yang naik ke atas permukaan.

Contoh, jika kita memasuki sebuah rumah sambil ngobrol dengan orang lain, maka perhatian kita tidak akan terpaku kepada kondisi rumah itu, namun otak kita telah menyimpan informasi itu secara subliminal di bawah sadar. Ketika kita selesai ngobrol, pikiran kita mulai fokus dan informasi yang tersimpan di bawah sadar mulai muncul. Seketika itu juga kita mulai merasa familiar dengan rumah itu.

Jadi, berdasarkan teori ini, deja vu tidak berhubungan dengan kejadian di masa lalu yang telah berlangsung lama.

Memori dari sumber lain
Ada lagi teori yang lain. Teori ini percaya bahwa otak kita menyimpan banyak memori yang datang dari berbagai aspek kehidupan kita, seperti film yang kita tonton, gambar ataupun buku yang kita baca. Informasi-informasi ini kita simpan tanpa kita sadari. Sejalan dengan lewatnya waktu, maka ketika kita mengalami peristiwa yang mirip dengan informasi yang pernah kita simpan, maka memori yang tersimpan di bawah sadar kita akan bangkit kembali.

Contoh, sewaktu kecil, mungkin kita pernah menonton sebuah film yang memiliki adegan di sebuah tugu atau monumen. Ketika dewasa, kita mengunjungi tugu ini dan tiba-tiba kita merasa familiar walaupun kita tidak ingat dengan film tersebut.

Teori ini mirip dengan teori ponsel, tapi teori ini setuju bahwa deja vu berhubungan dengan kejadian yang telah berlangsung lama di masa lampau.

Teori Pemrosesan Ganda (visi yang tertunda)
Dalam banyak hal, teori-teori mengenai penyebab Deja Vu tidak berbeda jauh dari yang diajukan oleh Sigmund Freud. Namun seorang peneliti bernama Robert Efron berusaha melihat lebih jauh kedalam mekanisme otak, bukan sekedar pikiran sadar atau tidak sadar. Walaupun sangat teknikal, teori yang diajukannya dianggap sebagai salah satu teori Deja Vu terbaik yang pernah ada.

Teori Efron ini berhubungan dengan bagaimana cara otak kita menyimpan memori jangka panjang dan jangka pendek. Ia menguji teori ini pada tahun 1963 di rumah sakit Veteran Boston. Menurutnya, respon syaraf yang terlambat dapat menyebabkan deja vu. Hal ini disebabkan karena Informasi yang masuk ke pusat pemrosesan di otak melewati lebih dari satu jalur.

Efron menemukan bahwa Lobus Temporal dari otak bagian kiri bertanggung jawab untuk mensortir informasi yang masuk. ia juga menemukan bahwa Lobus Temporal ini menerima informasi yang masuk dua kali dengan sedikit delay antara dua transmisi tersebut.

Informasi yang masuk pertama kali langsung menuju Lobus Temporal, sedangkan yang kedua kali mengambil jalan berputar melewati otak sebelah kanan terlebih dahulu.

Jika delay yang terjadi sedikit lebih lama dari biasanya, maka otak akan memberikan catatan waktu yang salah atas informasi tersebut dengan menganggap informasi tersebut sebagai memori masa lalu.

Deja Vu - Sepertinya saya pernah menulis ini.
Tidak, saya cuma bercanda. Ini pertama kalinya saya menulis mengenai Deja Vu. Walaupun tidak menakutkan seperti fenomena Doppelganger yang juga sering dihubungkan dengan aktifitas otak, Deja Vu tetap dianggap sebagai fenomena yang luar biasa misteriusnya.

Tapi jika kalian bertanya mengenai pendapat saya, maka saya rasa Sigmund Freud telah memecahkan misterinya.


Read more...

Terungkap, Rekaman Kematian Hitler


Sebuah rekaman pegawai NAZI menggambarkan momen ketika menemukan tubuh Adolf Hitler di dalam bunker Berlin telah berhasil diungkap. Tiga saksi mata melihat Hitler mati dalam keadaan tertembak lalu kemudian dikremasi di Reich Chancellery. 

Rekaman yang dibuat pada tanggal 25 Desember 1956 di dalam sebuah ruang pengadilan Berchtesgaden. Situs itu merupakan rumah peristirahatan di atas gunung Fuehrer Hitler di Bavaria. 

Pengadilan tersebut diadakan untuk mengumumkan secara resmi kematian pemimpin tertinggi NAZI Jerman sehingga hak dan nasibnya yang dibukukan dalam Mein Kampf bisa menjadi milik pemerintah Jerman.

Diantara yang memberikan kesaksian pada hari pengadilan tersebut antara lain Petinggi SS Otto Guensche, seorang supir Heinz Linge dan istri barunya Eva Braun. Merekalah yang menemukan pertama kali jasad Hitler.

"Ketika saya masuk ke dalam ruangan, saya melihat sisi kiri dan Hitler ada di sofa," ujar Linge yang meninggal pada tahun 1980.

"Hitler dalam posisi kepala menunduk ke depan dan aku dapat melihat sebuah lubang peluru seukuran koin logam di pelipis kanannya," ujar Linge.

Guensche yang meninggal pada tahun 1983 yang menolak memberikan keterangan detil terkait dengan kematian diktator Jerman tersebut mengatakan, "Hitler duduk di sisi sebuah sofa dengan kepala menghadap ke bawah miring ke arah kanan dalam keadaan lemas. Di kepala sisi kanannya terdapat lubang peluru."

Sekretaris Hitler Martin Bormann juga bersama para peneliti tersebut ketika mulai mempelajari studi kematian Hitler.

Mereka datang sekitar pukul 15.30 dan ikut serta memindahkan jenazah Hitler dan membawanya ke atas area pembakaran di Reich Chancellery dan membantu proses kremasi.

Kedua pria yang menjadi saksi sejarah kematian Hitler ditangkap oleh Soviet setelah jatuhnya tembok Berlin dan dikirim keluar ke Moskow selama lebih dari satu dekade. Upaya itu memperkuat dugaan bahwa Josef Stalin ingin mempertahankan kabar bahwa Hitler sedang dalam pelarian. 

Testimoni Guensche dan Linge disembunyikan di kantor rekaman publik Munich. Spiegel telah berhasil mengungkap rekaman tersebut dan diperdengarkan kepada ilmuwan dan sejarawan.


sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2010/01/terungkap-rekaman-kematian-hitler.html

Read more...